Hubungan Bilateral antara Presiden
Republik Indonesia dengan Presiden Eropa mengenai Perdagangan dan Investasi
Berita :
Presiden
Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo telah melakukan pertemuan dengan
Presiden Dewan Eropa, Herman van Rompuy di Jakarta pada tanggal 19 November
2014. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Presiden Dewan Eropa ke
Indonesia.
Dalam
pembicaraan, kedua Presiden bertukar pandangan mengenai pentingnya memperluas
dan memperkuat kerja sama bilateral yang terjalin berdasarkan Persetujuan
Kerangka Kerja Sama dan Kemitraan Komprehensif (PCA) antara Indonesia dan Uni
Eropa yang telah berlaku sejak 1 Mei 2014.
Kedua
Presiden telah bertukar pandangan mengenai perkembangan di Indonesia dan Eropa.
Presiden Dewan Uni Eropa menghargai peran penting Indonesia sebagai sebuah
negara berpenduduk Muslim terbesar dan negara demokratis terbesar ketiga di
dunia. Presiden Dewan Uni Eropa menekankan pentingnya peranan Indonesia dalam
memberikan teladan mengenai pentingnya toleransi dan harmoni kehidupan
beragama.
Kedua
Presiden telah membahas mengenai upaya-upaya untuk meningkatkan perdagangan dan
investasi, serta harapan Indonesia agar terdapat kerja sama dalam pengembangan
bidang infrastruktur, industri manufaktur, pelabuhan, dan pembangkit tenaga
listrik.
Presiden
Dewan Uni Eropa pada pertemuan tersebut menekankan pentingnya Indonesia sebagai
mitra Uni Eropa khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi. Dalam kaitan
ini, Presiden Republik Indonesia mencatat bahwa nilai total perdagangan antara
Indonesia dan Uni Eropa mencapai US$ 30 miliar pada tahun 2013, namun nilai
total tersebut perlu ditingkatkan mengingat Uni Eropa yang terdiri dari 28
Negara Anggota yang merupakan mitra penting bagi Indonesia. Presiden Republik
Indonesia menekankan juga perlunya menghilangkan hambatan perdagangan terhadap
akses pasar produk-produk Indonesia, khususnya kelapa sawit, ke negara-negara Uni
Eropa.
Kedua
Presiden mengakui kondisi hubungan antar masyarakat Indonesia dan negara-negara
Uni Eropa berlangsung dengan baik pada saat ini dan membahas upaya-upaya untuk
lebih meningkatkan mobilitas antar masyarakat.
Sumber: http://www.kemlu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=7114&l=id
Jawab :
1. Menurut kelompok kami sebenarnya
ada pesan tersurat yang ingin disampaikan Ir.H.Joko Widodo kepada pihak
presiden Dewan Uni Eropa. Bahwa Presiden Republik Indonesia menekankan juga
perlunya menghilangkan hambatan perdagangan terhadap akses pasar produk-produk
Indonesia khususnya kelapa sawit ke negara-negara Eropa. Hal ini dilakukan
Indonesia disertai dengan pembicaraan mengenai Infrasturktur, industri, manufaktur,
pelabuhan dan pembangkit tenaga listrik. Contohnya saat mereka membicarakan hal
menyangkut industri pelabuhan, hal tersebut menunjukan bahwa kegiatan Diplomacy
Indonesia sedang dijalankan oleh Presiden Ir.H.Joko Widodo demi mencapai tujuan
yang ingin dicapai Indonesia yaitu agar produk-produk Indonesia khususnya
kelapa sawit memiliki akses yang baik ke negara-negara Uni Eropa.
2. Dengan adanya kerjasama Presiden
Republik Indonesia dengan Presiden Dewan Eropa menunjukan bahwa Indonesia
memiliki Power. Contohnya adalah soft power dibidang ekonomi dalam bidang
ekspor kelapa sawit . Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing
dalam kaca Internasional. Maka dari itu negara-negara tetangga Indonesia akan
segan dan akan lebih memandang negara Indonesia.
3. Keuntungan Indonesia memiliki
hubungan dengan Uni Eropa terkait Public Diplomacy adalah Uni Eropa bersedia
memberi bantuan kepada Indonesia, kegiatan tersebut bisa terjadi apabila kedua
negara tersebut memiliki hubungan baik. Uni Eropa juga bisa berinvestasi di
Indonesia. Perdagangan dan investasi merupakan bidang kerjasama yang penting
bagi Komisi Eropa di Indonesia sejak tahun 2002. Country Strategy Paper (CSP)
tahun 2002-2006 antara Uni Eropa dan Indonesia menempatkan Kerjasama Ekonomi
sebagai salah satu prioritasnya. Proyek-proyek yang dilaksanakan selama kurun
waktu tersebut memperlihatkan kebutuhan-kebutuhan utama yang telah
diidentifikasi: Trade Support Programme (TSP) I menyelenggarakan pelatihan bagi
Kementerian Perdagangan Indonesia mengenai berbagai isu perdagangan
internasional yang kompleks serta memberikan dukungan kepada instansi-instansi
terkait yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu ekspor Indonesia.
Isu-isu yang menjadi prioritas utama pada program ini adalah kemudahan prosedur
untuk investasi baru serta perizinan usaha, perbaikan regulasi investasi di
bidang infrastruktur dan transportasi logistic.
Kalau
saja negara asing tidak investasi disini, laju pertumbuhan negara kita
terhambat, pajak memiliki peranan penting dalam tata kelola negara. Sebagian
negara, termasuk Indonesia, menggantungkan penerimaannya pada pajak. Unuk
mempercepat terciptanya kesejahteraan umum dan tercapainya tujuan negara, harus
ada keseimbangan antara fungsi budgeter dengan fungsi regulerend pajak.
Dengan
adanya fungsi budgeter, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran
negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan
pembangunan, negara membutuhkan biaya. Lewat negara asing berinvestasi di
Indonesia, Indonesia akan mendapatkan pemasukan lebih dari pajak perusahaan asing
tersebut.
Sementara
itu, dengan adanya fungsi regulerend Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan
ekonomi melalui kebijaksanaan pajak.
4. Indonesia dan Uni Eropa telah
melakukan salah satu aktifitas hubungan internasional yang mencakup teory International
Communication dan International Economic untuk membangun kerjasama antar
negara, mereka membangun hubungan yang harmonis dengan berkomunikasi, lalu
membecirakan International Economic sebagai lanjutan pembicaraan yang akan
menjuru kesebuah tujuan yaitu saling membangun khususnya bidang perekonomian.
Maka dari itu, pendapatan Indonesia akan menjadi lebih baik.
.jpg)



.jpg)

