Pages

Jumat, 28 November 2014

Hubungan Bilateral Indonesia - Uni Eropa

Hubungan Bilateral antara Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Eropa mengenai Perdagangan dan Investasi
Berita :
                   Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo telah melakukan pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa, Herman van Rompuy di Jakarta pada tanggal 19 November 2014. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Presiden Dewan Eropa ke Indonesia.
                   Dalam pembicaraan, kedua Presiden bertukar pandangan mengenai pentingnya memperluas dan memperkuat kerja sama bilateral yang terjalin berdasarkan Persetujuan Kerangka Kerja Sama dan Kemitraan Komprehensif (PCA) antara Indonesia dan Uni Eropa yang telah berlaku sejak 1 Mei 2014.
                   Kedua Presiden telah bertukar pandangan mengenai perkembangan di Indonesia dan Eropa. Presiden Dewan Uni Eropa menghargai peran penting Indonesia sebagai sebuah negara berpenduduk Muslim terbesar dan negara demokratis terbesar ketiga di dunia. Presiden Dewan Uni Eropa menekankan pentingnya peranan Indonesia dalam memberikan teladan mengenai pentingnya toleransi dan harmoni kehidupan beragama.
                   Kedua Presiden telah membahas mengenai upaya-upaya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi, serta harapan Indonesia agar terdapat kerja sama dalam pengembangan bidang infrastruktur, industri manufaktur, pelabuhan, dan pembangkit tenaga listrik.
                   Presiden Dewan Uni Eropa pada pertemuan tersebut menekankan pentingnya Indonesia sebagai mitra Uni Eropa khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi. Dalam kaitan ini, Presiden Republik Indonesia mencatat bahwa nilai total perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai US$ 30 miliar pada tahun 2013, namun nilai total tersebut perlu ditingkatkan mengingat Uni Eropa yang terdiri dari 28 Negara Anggota yang merupakan mitra penting bagi Indonesia. Presiden Republik Indonesia menekankan juga perlunya menghilangkan hambatan perdagangan terhadap akses pasar produk-produk Indonesia, khususnya kelapa sawit, ke negara-negara Uni Eropa.

                   Kedua Presiden mengakui kondisi hubungan antar masyarakat Indonesia dan negara-negara Uni Eropa berlangsung dengan baik pada saat ini dan membahas upaya-upaya untuk lebih meningkatkan mobilitas antar masyarakat.

Sumber: http://www.kemlu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=7114&l=id












                 



Jawab :
1.      Menurut kelompok kami sebenarnya ada pesan tersurat yang ingin disampaikan Ir.H.Joko Widodo kepada pihak presiden Dewan Uni Eropa. Bahwa Presiden Republik Indonesia menekankan juga perlunya menghilangkan hambatan perdagangan terhadap akses pasar produk-produk Indonesia khususnya kelapa sawit ke negara-negara Eropa. Hal ini dilakukan Indonesia disertai dengan pembicaraan mengenai Infrasturktur, industri, manufaktur, pelabuhan dan pembangkit tenaga listrik. Contohnya saat mereka membicarakan hal menyangkut industri pelabuhan, hal tersebut menunjukan bahwa kegiatan Diplomacy Indonesia sedang dijalankan oleh Presiden Ir.H.Joko Widodo demi mencapai tujuan yang ingin dicapai Indonesia yaitu agar produk-produk Indonesia khususnya kelapa sawit memiliki akses yang baik ke negara-negara Uni Eropa.

2.      Dengan adanya kerjasama Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Dewan Eropa menunjukan bahwa Indonesia memiliki Power. Contohnya adalah soft power dibidang ekonomi dalam bidang ekspor kelapa sawit . Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam kaca Internasional. Maka dari itu negara-negara tetangga Indonesia akan segan dan akan lebih memandang negara Indonesia.

3.      Keuntungan Indonesia memiliki hubungan dengan Uni Eropa terkait Public Diplomacy adalah Uni Eropa bersedia memberi bantuan kepada Indonesia, kegiatan tersebut bisa terjadi apabila kedua negara tersebut memiliki hubungan baik. Uni Eropa juga bisa berinvestasi di Indonesia. Perdagangan dan investasi merupakan bidang kerjasama yang penting bagi Komisi Eropa di Indonesia sejak tahun 2002. Country Strategy Paper (CSP) tahun 2002-2006 antara Uni Eropa dan Indonesia menempatkan Kerjasama Ekonomi sebagai salah satu prioritasnya. Proyek-proyek yang dilaksanakan selama kurun waktu tersebut memperlihatkan kebutuhan-kebutuhan utama yang telah diidentifikasi: Trade Support Programme (TSP) I menyelenggarakan pelatihan bagi Kementerian Perdagangan Indonesia mengenai berbagai isu perdagangan internasional yang kompleks serta memberikan dukungan kepada instansi-instansi terkait yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu ekspor Indonesia. Isu-isu yang menjadi prioritas utama pada program ini adalah kemudahan prosedur untuk investasi baru serta perizinan usaha, perbaikan regulasi investasi di bidang infrastruktur dan transportasi logistic.

Kalau saja negara asing tidak investasi disini, laju pertumbuhan negara kita terhambat, pajak memiliki peranan penting dalam tata kelola negara. Sebagian negara, termasuk Indonesia, menggantungkan penerimaannya pada pajak. Unuk mempercepat terciptanya kesejahteraan umum dan tercapainya tujuan negara, harus ada keseimbangan antara fungsi budgeter dengan fungsi regulerend pajak.


Dengan adanya fungsi budgeter, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya. Lewat negara asing berinvestasi di Indonesia, Indonesia akan mendapatkan pemasukan lebih dari pajak perusahaan asing tersebut.
Sementara itu, dengan adanya fungsi regulerend Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak.


4.      Indonesia dan Uni Eropa telah melakukan salah satu aktifitas hubungan internasional yang mencakup teory International Communication dan International Economic untuk membangun kerjasama antar negara, mereka membangun hubungan yang harmonis dengan berkomunikasi, lalu membecirakan International Economic sebagai lanjutan pembicaraan yang akan menjuru kesebuah tujuan yaitu saling membangun khususnya bidang perekonomian. Maka dari itu, pendapatan Indonesia akan menjadi lebih baik.

Rabu, 12 November 2014

KTT ASEAN (Rabu 12 Nov 2014)

   


 Pada tanggal 12 November 2014, bapak Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, pada pertemuan tersebut yang di selenggarakan di Myanmar yang di hadiri oleh 10 petinggi negara ASEAN yang terdiri dari Indonesia, Thailand, Singapore, Myanmar,Malaysia,Filipina,Brunei,Vietnam,Kamboja,Laos, lalu ada Sekertaris jendral ASEAN Le luong Minh, dan juga dihadiri Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-moon. Jokowi menekankan ASEAN harus menguatkan 3 Pilar yaitu 'Keamanan' (sumber Kompas 12/11/14)

        Setuju kah kamu ASEAN menguatkan Keamanannya ? kalau menurut saya setuju, karena pada tahun 2015 akan masuk era Perdagangan Bebas atau ASEAN Community, pada tahun depan negara negara di ASEAN akan sibuk dalam membantu Masyarakatnya bisa berhasil dalam era ini dan tidak kalah oleh negara lain, Semua negara di ASEAN akan sangat sibuk mengatur perekonomian negaranya agar tidak jatuh drastis, nah disaat saat seperti ini negara mungkin bisa melonggarkan sedikit pengamanannya, karena seluruh negara tetangga bekerja sama dan bersahabat, jadi tidak ada ancaman Terorisme dari negara tetangga di ASEAN, tapi kalau ada ancaman Teror dari negara diluar ASEAN ? kan tidak ada yang tahu, jadi saya setuju dengan pendapat pak Jokowi , ASEAN harus menguatkan Perekonomian dan Keamanannya apalagi ASEAN masuk 7 Perekonomian terbesar didunia, ditambah Tanah Bumi sekarang lagi Hangat hangatnya Peluru berterbangan, bisa dilihat di bagian timur tengah yang sedang panas peperangan, Keamanan yang saya maksud tidak hanya teror, melainkan Korupsi, Penyakit seperti Ebola, dan Pelaku Kriminal kecil lainnya , jadi Perdagangan Bebas ASEAN Community 2015 akan berjalan lancar dan masing masing negara bisa serius menangani negaranya dalam meningkatkan Perekonomian.

Hubungan Internasional

               



                Di era Globalisasi pada tahun 2014 dan memasuki abad ke 21 ini menurut saya kita harus mempelajari hubungan internasional setidaknya dasar-dasarnya, di tahun depan 2015 indonesia akan memasuki perdagangan bebas se Asia Tenggara yaitu (ASEAN Community), bukan tanpa pengecualian kalau kita harus ikut terjerumus kedalamnya, dimana kamu akan bersaing dengan orang luar negeri se Asia Tenggara, kalau kamu tidak tahu dasar dasar Hubungan Internasional saya kira kamu akan sedikit kurang update dalam hal tersebut, kamu harus tahu bagaimana kualitas orang-orang di negara tetangga, entah itu siswa SMA/K , Mahasiswa S1 S2, Karyawan, dan lain lain ,ketika kamu mengetahui itu kamu bisa menyamai kemampuan diri kamu dengan mereka, lebih bagus lagi kalau bisa melebihi kemampuan mereka.
                 Dan dari berita yang saya dengar dari Konferensi Tingkat Tinggi APEC yang bulan November awal diselenggarakan di Myanmar yang di hadiri Presiden Indonesia Bpk. H. Joko Widodo, Presiden Amerika Mr. Obama, Presiden Rusia Mr. Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan orang penting didunia lainnya , merencanakan terciptanya Perdagangan Bebas se Asia Pasifik, yang mencakup Rusia, Tiongkok, Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong, Filipina, Papua Nugini, Brunei, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Cile, Peru, Selandia baru , Jepang dan Korea Selatan, kalau rencana ini diseriusin kebayang gak bagaimana kita bersaing dengan negara lain ? bisa bisa Indonesia kebanjiran Produk luar negeri.....

                Itu sekedar berita aja, kalau di hubungan internasional kita harus update akan hal hal yang sudah atau akan terjadi di area Internasional karena itu akan berdampak pada negara kita dan diri kita juga, karena banyak orang yang tidak tahu apa yang terjadi diluar negeri kalau Indonesia bertindak apa yang warganya minta, contohnya : Warga Indonesia menolak Pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi, kalian harus tahu bahwa BBM bersubsidi itu datangnya atau di beli dari Singapore bukan memproduksi sendiri, kalau BBM yang di produksi oleh Indonesia tidak akan sejelek Premium kualitasnya melainkan bagus seperti Pertamax yang dihasilkan oleh Indonesia dan bila terus terus berkelanjutan Indonesia akan terus membeli BBM bersubsidi dari Singapore, dikarenakan di subsidikan BBM Premium menjadi salah satu faktor penambah utang negara ke negara lain, (itulah salah satu Power Idealism nya Singapore), naah kan udah tau sekarang ? jangan Terprovokasi lagi yaa akibat mau naik harga BBM bersubsidi, kalau harga BBM naik kan bisa menghemat Triliunan rupiah dan bisa di alokasikan dana yang didapat dari penghematan tadi untuk dana pembangunan, kesehatan dan lainlain.

               Di Hubungan Internasional kita mempelajari Negara, Pemerintahan dan Organisasi.
dan fokus mempelajar hubungan antar negara, antara dua negara atau banyak negara, International relation mempunyai aktor sebagai pelakunya, pelaku disini terbagi dua yaitu State dan Non-State, Internasional Relation.
- Di Sistim Hubungan Internasional mempelajar Interaksi antar negara yang bersangkutan, negara yang tidak atau punya hubungan Bilateral ataupun Multilateral, susunan interaksi internasional ini antara pelaku pelaku politik di kawasan Internasional, seperti Diplomat.
- Tuntutan untuk hidup di dunia dan hubungan yang interaktif antar negara atau non negara, jadi negara atau organisasi dituntut untuk berkomunikasi antar negara untuk bisa hidup di dunia, komunikasi ini akan berefek baik dan buruk, asalkan tetap berhubungan baik akan tetap menjadi komunikasi yang ber efek baik.
- Pelajaran tentang negara yang harus melakukan interaksi untuk kebutuhan ekonomi ataupun aktifitas perekonomian.

Segitu Dulu yaaa,, Kalau ada kesalahan diprotes tapi kasih tau yang benernya yaa , thanks :)



             

Selasa, 11 November 2014

Realism dan Idealism





Realism

(Menurut Saya)

Realism itu konsep yang menekankan batas batas politik yang dipaksakan dengan sikap alami manusia, sifat alami manusia ini selalu menggunakan power atau kekuatan , dalam realism kekuatan atau power yang selalu ada dalam hidup manusia tidak memandang bulu atau tidak terkendali dan tidak punya etika dalam mengeluarkan powernya , realism kekuatan yang bisa mempengaruhi orang lain atau pun negara lain , realism sangat mengutamakan Power yang tidak punya etika , Negara yang berkonsep Realism akan senang membuat negaranya dipandang oleh negara lain , dipandang menjadi negara yang sangat kuat, konsep Realism memiliki dasar Senioritas atau lebih kuat , jadi negara negara yang berkekuatan lemah dan punya sedikit ikatan kerjasama bisa di kuasai oleh negara lain yang memiliki konsep realism dan ingin menguasai negara negara Lemah, di Realism ini negara tidak hanya memiliki power untuk menyerang atau mempengaruhi , tetapi juga untuk mempertahankan diri agar martabat atau pandangan dari negara lain tidak berubah , dan tidak ada yang bisa menjatuhkan negara tersebut ,
Realism dapat diasumsikan sebagai
1.)    Pandangan Pesimis atas sifat manusia, mengapa pesimis karena Negara yng berkonsep Realism sulit untuk mempercayai negara lain yang hendak membantu , dan selalu memicu perang
2.)    Selalu beranggapan , penyelesaian hubungan internasional dalam hal politik selalu dengan Peperangan
3.)    Menjunjung tinggi kelangsungan hidup di negaranya dan meningkatkan selalu keamanan nasional dan beranggapan negara lain puny kekuatan militer yang lebih dan berpotensi menyerang negara lain
4.)    Dan Bertahan , asumsi sangat penting dalam Realism , karena negara yang menganut konsep Realism banyak di intai negara lain segabai musuh ,

Contoh dalam Perang dingin untuk menyamakan kekuatan 1945 - 1990

                     EU
                     Russia
                    Japan                          VS                    US 
                    China
                     India
                       A                                                         B


       Walaupun di Kubu A sudah mempunyai Banyak Sekutu untuk menghadapi US , US akan tetap     Lebih unggul power nya dibanding 5 Negara tersebut 
    



IDEALISM
Konsep Idealism ini bisa dibilang kritikan atas sifat Realism dan beberapa sifat dari Konsep Liberalism itu berlawanan dari realism, kalau Realism itu selalu beranggapan bahwa Power atau kekuatan adalah sebagai satu-satunya yang bisa di gunakan dalam melakukan apapun, Power yg dimiliki Realism bersifat tidak punya etika dan anarki, beda dengan Idealism , power yang ia miliki lebih teratur karena power yang akan dibuat itu di rencanakan sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang maksimal , power dalam realism lebih merujuk ke sebuah perdagangan internasional , jadi sebuah negara yang menganut konsep Idealism menggunakan power berdagangnya untuk menguasai negara lain , seperti Jepang menguasai perdagangan kendaraan bermotor di indonesia, dan membuat negara yang di kuasai tersbut ketergantungan kepada negara penguasa , seperti indonesia membutuhkan banyak sekali kendaraan bermotor dari jepang dan jepang selalu mensuplai kendaraan bermotor untuk dijual ke indonesia .

Idealism dapat di asumsikan sebagai
1.       Konsep yang selalu berpandangan positif terhadap sufat alami manusia
2.       Tidak anarki
3.       Power yang diterapkan lebih ke sebuah perdagangan internasional
4.       Power bukan satu satunya untuk melakukan sesuatu
5.       Beranggapan bahwa hubungan internasional dapat di lakukan dengan korporatif tanpa anarki

6.       Percaya terhadap kemajuan 



     Contoh : Global Market Place : Perdagangan dunia dilakukan oleh PT. Coca Cola, dia berhasil meraup keuntungan dan dikenal oleh masyarakat seluruh dunia ,





Foreign Policy

Apa itu Foreign Policy atau Politik Luar Negeri ?



(Menurut Saya)

             Politik luar negeri adalah Kebijakan suatu bangsa atau negara yang memutuskan untuk ikut andil beraktifitas dalam Internasional Relation,"Dalam arti sempit, pengertian politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. Sedangkan dalam arti luas, pengertian politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain(Pengertian ahli dot com) " . Politik Luar negeri ini sangat dibutuhkan oleh negara negara yang masih bisa dibilang berkembang, karena negara yang sedang berkembang membutuhkan kerjasama degan negara lain dalam Bidang Ekonomi, Sumber daya alam, Pariwisata, Pendidikan dan sebagainya yang dibutuhkan negara tersebut. Negara yang bisa disebut sudah melakukan politik luar negeri adalah negara yang sudah mengutus Diplomat-nya ke negara lain untuk melakukan pembicaraan kerjasama antar negara (bilateral ataupun Multilateral) , Mulai dari pertemuan antar utusan Negara yang bersangkutang , lalu membahasKeuntungan yang didapat masing masing negara ketika bekerja sama, sampai Resmi Bekerjasama dalam Sebuah Bidang yang di ajukan kerjasamanya,  Karena politik luar negeri itu sendiri tebentuk karena beberapa Faktor yang akan terpengaruhi oleh Politik Luar negeri antara lain faktor Internal dan faktor Eksternal
Faktor Internal adalah Faktor yang berlaku, dirasakan atau di lakukan didalam negeri
  1.   Letak dan Kondisi Geografis suatu negara  : Letak Kondisi suatu negara ini sangat penting diperhatikan mulai dari siapa yang bertetangga dengan negaranya, Bercuaca apakah negara tersebut, Kebutuhan apa saja kah yang ada dinegara tersebut dan apa yang tidak ada di negara tersebut karena faktor geografis , Seperti negara Indonesia yang bertetangga dengan Malaysia, Singapore, Australia, Papua Nugini, Brunei Darusalam, Timor-timor dan Filipina, negara Indonesia harus mengetahui betul betul siapa tetangganya, apa keuntungan bertetangga dengan mereka, apa titik permasalahan atau kekurangannya bertetangga dengan mereka, dibutuhkan Foreign Policy (Politik Luar Negeri) untuk mengetahui hal-hal tersebut, Sesama negara yang bertetangga harus saling mengikat hubungan, entah itu hanya mengikat hubungan semata ataupun sampai mengikat kerja sama dalam segala hal, seperti Indonesia yang sudah bekerja sama dengan Singapore dalam hal sumber daya alam yaitu Bahan Bakar Minyak, negara Indonesia menganggap Singapore adalah teman bukan musuh. walaupun tetap harus diawasi.  Letak Geografis suatu negara menurut saya juga memperhatikan cuaca yang berlaku di negara tersebut karena bisa berhubungan dengan bencana alam, bila tidak mempunyai hubungan dengan negara lain dan tidak menjalankan aktifitas Politik Luar Negeri, negara tersebut akan kewalahan sendiri menangani bencana alam itu. Indonesia terkenal dengan cuaca Topis Suhu hangat hingga panas mengundang para Turis datang ke Indonesia untuk sekedar berjemur, kalau negara Indonesia tidak menjalankan Politik Luar Negeri, Indonesia tidak bisa meng ekspose Kelebihan dari negaranya untuk dijadikan Pariwisata Internasional. dan masih banyak lagi alasan Kondisi dan Letak Geografis Suatu Negara bisa menjadi Faktor.                                             
  2.  Jumlah dan kualitas penduduk : Jumlah penduduk dan kualitas penduduk mungkin sudah kita sebagai warga Indonesia tau mengapa 'Jumlah dan Kualitas Penduduk' menjadi salah satu faktor sebuah negara menjalankan aktifitas Politik Luar Negeri, yang dimana Indonesia yang memiliki luas total daratan 1,8 juta KM tetapi mempunyai masyrakat terbanyak ke 4 di dunia yaitu mencapai 253,60 juta jiwa, jumlah ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menjaga kualitas sumber daya manusianya dalam bidang pekerjaan ataupun pendidikan, Indonesia tidak bisa bergerak sendiri dalam mengurusi warganya yang mencapai 253,60 juta jiwa, Indonesia belum bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakatnya apakah itu kebutuhan Primer ataupun Sekunder, Seperti Nasi, Daging, Bahan Bakar Minyak berseubsidi dan sebagainya masih haru Impor dari negara negara tetangga, kalau Indonesia tidak melakukan Politik Luar Negeri ataupun bekerjasama dengan negara lain, Indonesia tidak akan bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakatnya, dan untuk meningkatkan kualitas Penduduknya pun juga harus bekerjasama dengan negara lain, seperti kampus saya sekarang LSPR bekerja sama dengan Pengembang Pendidikan dari Luar Negeri dari London, Singapore dan lain lain. 
  3. Sumber daya alam yang ada di negara : Sumber daya alam yang ada di negara , kalau di indonesia seperti Mineral Mentah, Emas Mentah, Minyak Mentah, Batu bara dan lain lain , bila Indonesia melakukan Politik Luar Negeri , Semua Sumber Daya alam di Indonesia akan ikut ambil bagian didalamnya , karen ketika indonesia bekerja sama dengan negara lain , sumber daya alam di indonesia yang melimpah akan dilirik oleh negara lain untuk dijadikan sebagai sebuah aset menguntungkan, contoh : Indonesia menjual Mineral Mentah ke negara Jepang dan Indonesia mendapatkan bayaran atas penjualan tersebut , Indonesia menjual mungkin karena Indonesai belum bisa mengolah sendiri Mineral Mentah tersebut atau karena Faktor Lain 

F Faktor Eksternal

  1.      Berhubungan Kerjasama dengan Negara Lain : Faktor ini akan terpengaruh bila suatu negara melakukan Politik Luar Negeri , namanya juga Politik Luar Negeri, Ketika kita Keluar Negeri pasti akan meuju Negara lain, dan Faktor Hubungan kerjasama dengan Negara Lain ini akan membantu Politik Luar negeri Negara Tersebut.

     Sumber Faktor Faktor : http://ferlindrianuy.blogspot.com/       


Baru itu yang saya tahu tentang Politik Luar Negeri , Bila ada salah mohon maaf karena saya masih belajar , bila ada kesalahan atau menambahkan bisa di Komentar Terima Kasih :)